Lompat ke isi utama

Berita

​Perkuat Pengawasan Partisipan, Bawaslu Kepulauan Anambas Gandeng Tokoh Agama Buddha

​Perkuat Pengawasan Partisipan, Bawaslu Kepulauan Anambas Gandeng Tokoh Agama Buddha

Dokumentasi Bawaslu Kabupaten Kepulauan Anambas Lakukan Konsolidasi DemokrasiLakukan

Anambas - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kepulauan Anambas terus memperluas jangkauan pengawasan partisipatif demi terciptanya pemilu yang damai dan berintegritas. Langkah nyata ini diwujudkan dengan menggelar kegiatan konsolidasi demokrasi bersama tokoh agama Buddha di wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas, Kamis, 21 Mei 2026.

​Kegiatan konsolidasi yang berlangsung hangat ini dihadiri langsung oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Kepulauan Anambas, Novelino. Dalam kunjungan kerja dan silaturahmi keagamaan tersebut, Novelino turut didampingi oleh jajaran staf sekretariat Bawaslu Kabupaten Kepulauan Anambas guna mendukung kelancaran dialog.

​Langkah merangkul tokoh agama Buddha ini dinilai sangat strategis untuk menjaga kondusivitas wilayah serta memperkuat literasi politik warga. Melalui ketokohan para pemuka agama, pesan-pesan pengawasan dan nilai-nilai demokrasi diharapkan dapat tersampaikan secara lebih sejuk dan menyentuh seluruh lapisan umat.

​Dalam kesempatan dialog tersebut, Anggota Bawaslu Kabupaten Kepulauan Anambas, Novelino, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas sambutan baik daridari tokoh agama Buddha. Ia menegaskan bahwa peran aktif pemuka agama sangat dibutuhkan untuk membentengi masyarakat dari berbagai potensi pelanggaran, seperti politik uang dan isu sara.

​"Kami menyadari bahwa suksesnya pengawasan demokrasi tidak bisa bertumpu pada bawaslu saja. Tokoh agama Buddha memiliki peran sentral dalam mengedukasi umat agar bersama-sama menolak praktik politik uang dan menjaga kerukunan antarumat beragama selama tahapan pemilu berlangsung," ujar Novelino.

​Lebih lanjut, Novelino juga mengajak komunitas dan umat Buddha di Kepulauan Anambas untuk tidak ragu melaporkan jika menemukan dugaan pelanggaran di lapangan. Menurutnya, kepedulian sekecil apa pun dari masyarakat akan sangat berarti bagi tegaknya keadilan pemilu di wilayah kepulauan ini.

​"Pintu Bawaslu selalu terbuka. Kami berharap melalui konsolidasi hari ini, tokoh agama Buddha dapat menjadi perpanjangan tangan kami dalam menyampaikan regulasi pemilu, sehingga umat bisa menggunakan hak pilihnya secara cerdas, aman, dan tanpa tekanan," tambah Novelino.

​Pertemuan yang berjalan dialogis ini ditutup dengan komitmen bersama untuk saling menjaga harmonisasi di tengah keberagaman. Dengan adanya sinergi yang kuat antara Bawaslu Kepulauan Anambas, jajaran sekretariat, dan para tokoh agama Buddha, diharapkan pelaksanaan pesta demokrasi di bumi maritim Anambas dapat berjalan dengan sukses, sejuk, dan bermartabat.

 

Penulis : Eka Surya

Foto : Jumadil Hakim